Jumaat, 24 April 2009

Ayat kursi menjelang tidur

Abu Hurairah r.a. pernah ditugaskan

Abu Hurairah r.a. pernah ditugaskan oleh Rasulullah S.A.W untuk
menjaga gudang zakat di bulan Ramadhan. Tiba-tiba muncullah
seseorang, lalu mencuri segenggam makanan. Namun kepintaran Hurairah
memang patut dipuji, kemudian pencuri itu kemudian berhasil
ditangkapnya.

"Akan aku adukan kamu kepada Rasulullah S.A.W," gertak Abu Hurairah.
Bukan main takutnya pencuri itu mendengar ancaman Abu Hurairah,
hingga kemudian ia pun merengek-rengek : "Saya ini orang miskin,
keluarga tanggungan saya banyak, sementara saya sangat memerlukan
makanan."

Maka pencuri itu pun dilepaskan. Bukankah zakat itu pada akhirnya
akan diberikan kepada fakir miskin ? Hanya saja, cara memang keliru.
Mestinya jangan keliru.

Keesokan harinya, Abu Hurairah melaporkan kepada Rasulullah S.A.W.
Maka bertanyalah beliau : "Apa yang dilakukan kepada tawananmu
semalam, ya Abu Hurairah?"

Ia mengeluh, "Ya Rasulullah, bahawa ia orang miskin, keluarganya
banyak dan sangat memerlukan makanan," jawab Abu Hurairah. Lalu
diterangkan pula olehnya, bahawa ia kasihan kepada pencuri itu, lalu
dilepaskannya.

"Bohong dia," kata Nabi : "Pada hala nanti malam ia akan datang
lagi."

Kerana Rasulullah S.A.W berkata begitu, maka penjagaannya
diperketat, dan kewaspadaan pun ditingkatkan.Dan, benar juga,
pencuri itu kembali lagi, lalu mengambil makanan seperti kelmarin.
Dan kali ini ia pun tertangkap.

"Akan aku adukan kamu kepada Rasulullah S.A.W," ancam Abu Hurairah,
sama seperti kelmarin. Dan pencuri itu pun sekali lagi meminta
ampun : "Saya orang miskin, keluarga saya banyak. Saya berjanji esok
tidak akan kembali lagi."

Kasihan juga rupanya Abu Hurairah mendengar keluhan orang itu, dan
kali ini pun ia kembali dilepaskan. Pada paginya, kejadian itu
dilaporkan kepada Rasulullah S.A.W, dan beliau pun bertanya seperti
kelmarin. Dan setelah mendapat jawapan yang sama, sekali lagi
Rasulullah menegaskan : "Pencuri itu bohong, dan nanti malam ia akan
kembali lagi."

Malam itu Abu Hurairah berjaga-jaga dengan kewaspadaan dan
kepintaran penuh. Mata, telinga dan perasaannya dipasang baik-baik.
Diperhatikannya dengan teliti setiap gerak-geri disekelilingnya
sudah dua kali ia dibohongi oleh pencuri. Jika pencuri itu benar
benar datang seperti diperkatakan oleh Rasulullah dan ia berhasil
menangkapnya, ia telah bertekad tidak akan melepaskannya sekali
lagi. Hatinya sudah tidak sabar lagi menunggu-nunggu datangnya
pencuri jahanam itu. Ia kesal. Kenapa pencuri kelmarin itu
dilepaskan begitu sahaja sebelum diseret ke hadapan Rasulullah
S.A.W ? Kenapa mahu saja ia ditipu olehnya ? "Awas!" katanya dalam
hati. "Kali ini tidak akan kuberikan ampun."

Malam semakin larut, jalanan sudah sepi, ketika tiba-tiba muncul
sesosok bayangan yang datang menghampiri longgokan makanan yang dia
jaga. "Nah, benar juga, ia datang lagi," katanya dalam hati. Dan
tidak lama kemudian pencuri itu telah bertekuk lutut di hadapannya
dengan wajah ketakutan. Diperhatikannya benar-benar wajah pencuri
itu. Ada semacam kepura-puraan pada gerak-gerinya.

"Kali ini kau pastinya kuadukan kepada Rasulullah. Sudah dua kali
kau berjanji tidak akan datang lagi ke mari, tapi ternyata kau
kembali juga. Lepaskan saya," pencuri itu memohon. Tapi, dari tangan
Abu Hurairah yang menggenggam erat-erat dapat difahami, bahawa kali
ini ia tidak akan dilepaskan lagi. Maka dengan rasa putus asa
ahirnya pencuri itu berkata : "Lepaskan saya, akan saya ajari tuan
beberapa kalimat yang sangat berguna."

"Kalimat-kalimat apakah itu?" Tanya Abu Hurairah dengan rasa ingin
tahu. "Bila tuan hendak tidur, bacalah ayat Kursi : Allaahu laa
Ilaaha illaa Huwal-Hayyul Qayyuuumu….. Dan seterusnya sampai akhir
ayat. Maka tuan akan selalu dipelihara oleh Allah, dan tidak akan
ada syaitan yang berani mendekati tuan sampai pagi."

Maka pencuri itu pun dilepaskan oleh Abu Hurairah. Agaknya naluri
keilmuannya lebih menguasai jiwanya sebagai penjaga gudang.
Dan keesokan harinya, ia kembali menghadap Rasulullah S.A.W untuk
melaporkan pengalamannya yang luar biasa tadi malam. Ada seorang
pencuri yang mengajarinya kegunaan ayat Kursi.

"Apa yang dilakukan oleh tawananmu semalam?" tanya Rasul sebelum Abu
Hurairah sempat menceritakan segalanya.

"Ia mengajariku beberapa kalimat yang katanya sangat berguna, lalu
ia saya lepaskan," jawab Abu Hurairah.

"Kalimat apakah itu?" tanya Nabi.

Katanya : "Kalau kamu tidur, bacalah ayat Kursi : Allaahu laa Ilaaha
illaa Huwal-Hayyul Qayyuuumu….. Dan seterusnya sampai akhir ayat.
Dan ia katakan pula : "Jika engkau membaca itu, maka engkau akan
selalu dijaga oleh Allah, dan tidak akan didekati syaitan hingga
pagi hari."

Menanggapi cerita Abu Hurairah, Nabi S.A.W berkata, "Pencuri itu
telah berkata benar, sekalipun sebenarnya ia tetap pendusta."
Kemudian Nabi S.A.W bertanya pula : "Tahukah kamu, siapa sebenarnya
pencuri yang bertemu denganmu tiap malam itu?"

"Entahlah." Jawab Abu Hurairah.

"Itulah syaitan."

Tiada ulasan:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...