Selasa, 31 Ogos 2010

Selamat Hari Raya …10 HARI LAGI…


Ahmad Jais

Selamat hari raya
Aidilfitri mulia
Ampun maaf dipinta
Mensuci hening dosa

Setahun menghilang
Sekarang menjelang
Hari yang bahagia
Selamat hari raya

Selamat hari raya
Aidilfitri mulia
Ampun maaf diminta
Mensuci hening dosa

Seruan kita
Untuk semua
Selamat... selamat...
Selamat hari raya

Selamat... selamat...
Selamat hari raya

Isnin, 30 Ogos 2010

Satu Pagi Di Hari Raya …11 HARI LAGI…


Raihan & NowSeeHeart

Satu pagi di hari raya
Aku sujud memuji Mu
Satu pagi di hari raya
Aku sujud membesarkan Mu

Ku melafazkan takbir
Penuh rasa kehambaan
Ku melafazkan tahmid
Penuh rasa kesyukuran

( korus )
Gema takbir di pagi raya
Ku teringat kampung halaman
Aku di perantauan
Tak berdaya menahan sebak

Gema takbir di pagi raya
Ku rindukan ibu di sana
Keluarga sanak saudara
Hanya doa kukirim

Marilah di hari raya
Kita semua bermaafan
Lupakan persengketaan
Eratkan persaudaraan
Harmoni di hari raya

Ahad, 29 Ogos 2010

Dari Jauh Kupohon Maaf …12 HARI LAGI…


Sudirman

Dalam dingin subuh hatiku terusik
Kenang nasib diri di rantauan
Bergema takbir raya menitis air mata
Terbayang suasana permai desa

Rindu hati ini inginku kembali
Pada ayah bonda dan saudara
Tetapi aku harus mencari rezeki
Membela nasib kita bersama

( korus )
Hanya ku sampaikan doa dan kiriman tulus ikhlas
Dari jauh kupohonkan ampun maaf
Jangan sedih pagi ini tak dapat kita bersama
Meraikan aidil fitri yang mulia

Restu ayah bonda kuharap selalu
Hingga aku pulang kepadamu

( ulang korus )

Restu ayah bonda kuharap selalu
Demi anakmu yang kini jauh

Sabtu, 28 Ogos 2010

Tangan Ku Hulur Maaf Ku Pinta …13 HARI LAGI…


l Mizan (S Atan / Haron Abdul Majid)

Ku mengambil kesempatan untuk menghulur tangan ini
Dengan hati suci bersih
Ku pohonkan kemaafan bagi setiap kesalahan ku
Yang telah berlalu itu

Memang resam manusia makhluk Allah...
Tak lepas dari kesala'n selagi kau bernyawa
Tutur kata dan perbuatan yang terkasar aa...
Di dalam pergaulan haruslah kau maafkan

Ku harapkan kepadamu lupakanlah sengketa lalu
Berdamailah dalam iman

Ku mengambil kesempatan untuk menghulur tangan ini
Dengan hati suci bersih
Ku pohonkan kemaafan bagi setiap kesalahan ku
Yang telah berlalu itu

Memang resam manusia makhluk Allah...
Tak lepas dari bersalah selagi kau bernyawa
Tutur kata dan perbuatan yang terkasar aa...
Di dalam pergaulan haruslah kau maafkan

Ku harapkan kepadamu lupakanlah sengketa lalu
Berdamailah dalam iman

Jumaat, 27 Ogos 2010

Musafir Di Aidil Fitri …14 HARI LAGI…


S. Jibeng

Gema takbir di subuh hari
Menjelang sudah aidil fitri
Tapi hamba musafir diri
Ke sana sini membawa diri

Ayah ibu lamalah pergi
Pergi menyahut seruan Illahi
Tinggal hamba seorang diri
Tiada siapa ingin hampiri

( korus )
Oh Tuhan Yang Maha Kaya
Hamba menangis di pagi raya
Aidil fitri hari bahgia
Tapi hamba dilanda derita

Pusara ayah dan juga ibu
Di pagi bahgia hamba kunjungi
Dengarlah ini ratapan anakmu
Hamba musafir di aidil fitri


Khamis, 26 Ogos 2010

Kelebihan Berpuasa Dari Sudut Sains


Puasa memiliki banyak hikmah dan manfaat untuk tubuh, ketenangan jiwa, dan kecantikan. Semasa berpuasa, organ-organ tubuh dapat beristirehat dan sel dalam tubuh boleh berkumpul untuk bertahan. Puasa juga boleh mengeluarkan kotoran, toksin/racun dari dalam tubuh, meremajakan sel-sel tubuh dan menggantikan sel-sel tubuh yang sudah rosak dengan yang baru serta untuk memperbaiki fungsi hormon, menjadikan kulit sihat dan meningkatkan daya tahan tubuh kerana manusia mempunyai kemampuan terapi secara semulajadi.

Puasa dapat membuat
kulit menjadi segar, sihat, lembut, dan berseri. Kerana setiap saat tubuh mengalami metabolisme tenaga, iaitu peristiwa perubahan dari energi yang terkandung dalam zat gizi menjadi tenaga potensi dalam tubuh. Sisanya akan disimpan di dalam tubuh, sel ginjal, sel kulit dan kelopak mata serta dalam bentuk lemak dan glikogen.

Beberapa cendekiawan telah melakukan beberapa ujian tentang puasa diantaranya secara ringkas dibawah ini:

1. Allan Cott, M.D - Seorang pakar dari Amerika Syarikat, telah menghimpun hasil pengamatan dan penelitian para ilmuwan berbagai negara, lalu menghimpunnya dalam sebuah buku Why Fast iaitu berbagai hikmah puasa, antara lain:
a. To feel better physically and mentally (merasa lebih baik secara fizikal dan mental).
b. To look and feel younger (merasa lebih muda).
c. To clean out the body (membersihkan badan)
d. To lower blood pressure and cholesterol levels (menurunkan tekanan darah dan kadar lemak.
e. To get more out of sex (lebih mampu mengendalikan seks).
f. To let the body health itself (membuat badan sihat dengan sendirinya).
g. To relieve tension (mengendurkan ketegangan jiwa).
h. To sharp the senses (menajamkan fungsi sense).
i. To gain control of oneself (memperolehi kemampuan mengendalikan diri sendiri).
j. To slow the aging process (memperlambat proses penuaan).

ebook fast Antara buku tulisan Allan Cott, M.D berkaitan puasa.

2. Dr. Yuri Nikolayev - Pengarah bahagian diet di Moscow menilai kemampuan untuk berpuasa yang mengakibatkan orang yang menjalaninya boleh menjadi awet muda, sebagai suatu penemuan (ilmu) terbesar abad ini. Beliau mengatakan: what do you think is the most important discovery in our time? The radioactive watches? Exocet bombs? In my opinion the bigest discovery of our time is the ability to make onself younger phisically, mentally and spiritually through rational fasting. (Menurut pendapat anda, apakah penemuan terpenting pada abad ini? Jam radioaktif? Bom exoset? Menurut pendapat saya, penemuan terbesar dalam abad ini ialah kemampuan seseorang membuat dirinya tetap awet muda secara fizikal, mental, dan spiritual, melalui puasa yang rasional).

3. Alvenia M. Fulton - Direktor Lembaga Makanan Sihat “Fultonia” di Amerika Syarikat menyatakan bahawa puasa adalah cara terbaik untuk memperindah dan mempercantik wanita secara semulajadi. Puasa menghasilkan kelembutan pesona dan daya pikat. Puasa menormalkan fungsi-fungsi kewanitaan dan membentuk kembali keindahan tubuh (fasting is the ladies best beautifier, it brings grace charm and poice, it normalizes female functions and reshapes the body contour).

4. Muzam MG, Ali M.N dan Husain berpendapat bahawa puasa juga selamat untuk pesakit yang mempunyai gangguan ulser. Penelitian dilakukan oleh Muzam MG, Ali M.N dan Husain dalam tindakan terhadap kesan puasa ramadhan terhadap sakit perut.

5. Elson M. Haas M.D. - Direktor Medical Centre of Marin (sejak 1984) mengatakan dalam puasa merupakan bahagian dari trilogy nutrision, balancing, building( toning). Elson percaya bahwa puasa adalah bahagian yang hilang “missing link” dalam diet di dunia barat. Kebanyakan orang di barat over eating atau terlalu banyak makan, makan dengan protein yang berlebihan dan lemak yang berlebihan. Sehingga ia menyarankan agar orang lain mulai mengatur makanannya agar lebih seimbang dan mulai berpuasa, kerana puasa bermanfaat sebagai: purifikasi, peremajaan, istirahat pada organ pencernaan, anti aging, mengurangi alergi, mengurangi berat badan, mengawal mental dan emosi, perubahan kebiasaan dari kebiasaan makan yang buruk menjadi lebih seimbang dan lebih terkawall, meningkatkan daya tahan tubuh.

Puasa dapat
mengubati penyakit seperti Influeza, bronkitis, diare, konstipasi, alergi makanan, asma, aterosklerosis, penyakit jantung koroner, hipertensi, diabetes, obesitas, kanker, epilepsi, sakit pada punggung, sakit mental, angina pectoris (sakit dada kerana jantung), panas dan insomnia.

6. Dr Sabah al-Baqir dan kawan-kawan mengatakan bahawa puasa dapat mengurangi jumlah hormon melawan stress. Dia bersama kumpulan dari Falkuti kedoktoran Universiti King Saud yang melakukan studi terhadap hormon prolaktin, insulin dan kortisol, pada tujuh orang laki-laki yang berpuasa sebagai sampel. Hasilnya bahawa tidak ada perubahan signifikan pada level kortisol. Prolaktin, dan insulin. Ini menunjukkan bahawa puasa bulan ramadhan bukanlah pekerjaan yang memberatkan, dan tidak mengakibatkan tekanan mental maupun saraf.

7. Dr Riyadh Sulaiman dan kawan-kawan - Tahun 1990 dari RS Universiti King Khalid, Riyadh Saudi melakukan penelitian terhadap pengaruh puasa Ramadhan terhadap 47 penderita diabetes tahap kedua (pesakit yang tidak tergantung insulin). Dan sejumlah orang sihat. Hasil penelitian menunjukkan bahawa puasa bulan ramadhan tidak menimbulkan penurunan berat badan yang signifikan. Tidak ada pengaruh apapun yang bererti pada kawalan penyakit diabetes diabetes dikalangan penderita ini. Sejauh ini puasa Ramadhan selamat sahaja bagi penderita diabetes sejauh dilakukan dengan kesedaran dan kawalan makanan serta ubat-ubatan.

8. Dr. Muhammad Munib dan kawan-kawan dari Turki juga melakukan sebuah kajiselidik terhadap seratus responden muslim, Sampel darah mereka diambil sebelum dan diakhir bulan ramadhan, untuk dilakukan analisis dan pengukuran terhadap kandungan protein, total lemak (total lipid), lemak fosfat, asam lemak bebas, kolesterol, albumin, globulin, gula darah, tryglycerol, dan unsur-unsur pembentuk darah lainnya, dan didapat, antara lain bahwa terjadi penurunan umum pada kadar gula (glukosa) dan tryacyglicerol orang yang berpuasa, terjadinya penurunan parsial dan ringan pada berat badan, tidak terlihat adanya aseton dalam urin, baik dalam awal maupun akhir puasa, sebab sebelum puasa ramadhan, kenyataan ini menegaskan tidak adanya pembentukan zat-zat keton yang berbahaya bagi tubuh selama bulan puasa islam, Dengan keutamaan puasa, glikogen dalam tubuh mengalami peremajaan, memompa gerakan lemak yang tersimpan, sehingga menghasilkan energi yang lebih meningkat.

Sejak zaman dulu puasa dipakai sebagai pengubatan yang terbaik seperti kata Plato bahwa puasa adalah untuk mengubati sakit fizikal dan mental. Philippus Paracelsus mengatakan bahwa “Fasting is the greatest remedy the physician within!”

Puasa sudah diakui menjadi penyembuh terhebat dalam menangani penyakit, bahkan di Amerika ada pusat puasa yang diberi nama “Fasting Center International, Inc”, Director Dennis Paulson yang berdiri sudah sejak 35 tahun yang lalu, dengan pesakit dari 220 negara. Yang mencadangkan Puasa dalam:
(1) program penurunan berat badan,
(2) mengeluarkan toxin tubuh,
(3) puasa dapat memperbaiki energy, kesehatan mental, kesehatan fisik dan yang paling terpenting meningkatkan kualiti hidup.

Balik Kampung …15 HARI LAGI…


Sudirman ( Sudirman )

Perjalanan jauh tak ku rasa
Kerna hati ku melonjak sama
Ingin berjumpa sanak saudara
Yang selalu bermain di mata

Nun menghijau gunung ladang dan rimba
Langit nan tinggi bertambah birunya
Deru angin turut sama berlagu
Semuanya bagaikan turut gembira

Balik kampung oh oh...( 3X )
Hati girang
Ho ho... Balik kampung (3X)
Hati girang

Terbayang wajah-wajah yang ku sayang
Satu-satu tersemat di kalbu
Pasti terubat rindu di hati
Menyambut kepulangan ku nanti

Rabu, 25 Ogos 2010

Gema Takbir …16 HARI LAGI…


Raihan & NowSeeHeart

Allah... Allahuakbar ( 2X )

Gema takbir di pagi hari
Tanda kemenangan dirai ( 2X )
Setelah sebulan berpuasa
Tunaikan rukun Islam ketiga
Setelah sebulan berpuasa
Tiba Syawal kita berhari raya

Orang yang ikhlas berpuasa
Merasa nikmat di hari raya ( 2X )
Mari bertakbir, tasbih dan tahmid
Kepada Tuhan Pemberi Rahmat
Mari bertakbir tasbih tahmid
Kepada Tuhan Yang Memberi Rahmat

Aidil fitri hari kemenangan
Setelah tempuh sebelan ujian ( 2X )
Selamat di hari perhitungan
Itulah kemenangan sebenarnya ( 2X )

Marilah menyambut aidil fitri
Bersihkan diri sucikan hati ( 2X )
Dengan segala sifat terpuji
Semoga hidup dirahmati ( 2X )

kah..kah..kah

Selasa, 24 Ogos 2010

Aidil Fitri …17 HARI LAGI…


Sanisah Huri

Kini tiba masanya berhari raya
Muslimin dan muslimat sembahyang bersama
Menyembahkan diri pada yang kuasa
Bermaaf dan maafan di antara kita

Sesudah bersembahyang di pagi hari
Menziarah pusara kaum keluarga
Bunga ditabur doa pun dibaca
Mudah-mudahan rohnya dicucuri rahmat

Selamat hari raya hari mulia
Dari hati ke hati kutujukan kata
Untuk ayah bonda dan juga keluarga
Putera puteri negara di sempadan sana

Allah Allah Allahu Akbar (2x)

Kepada suaminya yang dikasihi
Maaf zahir dan batin mohon si isteri
Kalau salah terkasar bahasaku
Ampun dan maaf kekanda yang dinda harapkan

Kepada kekasihku yang baik budi
Bimbingan dan panduan selalu diberi
Kalau kusalah silap kau maafkan
Mudah-mudahan kita akan berkekalan

Allah Allah Allahu Akbar (2x)

Isnin, 23 Ogos 2010

Selamat Hari Raya …18 HARI LAGI…

Al-Mizan

Selamat aidil fitri
Kepada saudara serta saudari
Setahun hanya sekali
Merayakan hari yang mulia ini

Di masa bulan Remdan
Kita berpuasa hingga sebulan
Pabila Syawal menjelma
Hari raya disambut dengan gembira

( korus 1 )
Miskin kaya memakai baju baru warna-warni
Mengunjungi sanak kaum famili
Sungguh hebat pemandangan di hari raya ini
Tua muda wajah berseri-seri

Selamat hari raya
Pada saudari saudara semua
Marilah dengan gembira
Merayakan aidilfitri yang mulia

Di sana kelihatan
Bermacam kuih ketupat dan rendang
Mintak bu kuih sepotong
Saya mahu makan kerna perut kosong

Dam dam dum bunyi mercun
Kanak-kanak segera datang berduyun
Dam dam dum mercun berdentum
Semaraklah hari raya ini tahun

( korus 2 )
Maafkanlah jika ada terlanjur perkataan
Diharap supaya jangan disimpan
Kuberdoa selamat panjang umur murah rezeki
Semoga Tuhan akan memberkati

Selamat hari raya
Hari untuk kita bersuka ria
Selamat mari ucapkan
Untuk kita hingga sampai tahun depan

Selamat hari raya !

Ahad, 22 Ogos 2010

Di Ambang Syawal …19 HARI LAGI…

Rabbani

Bila tiba hari raya
Syukur kepada Yang Esa
Hari meraikan
Anugerah Allah
Buat yang beriman

Takbir dan tahmid bergema
Penuh gembira dan bangga
Hari kemenangan
Syawal yang bahagia
Hari Raya

Namun hati ini
Pilu mengenangkan
Syahadah yang pergi
Kalamkanlah rahmat
Keampunan dan barakah

Sebulan berlalu
Aku sedih alpa
Beribadat tapi leka
Berpuasa lagi agar kita bersih
Amalanku Oh Tuhan terimalah

Kuinsafi dosa
Pada Maha Esa
Pada ayah juga bonda
Kupohonkan doa
Moga Allah redha
Hamba ini
Oh Tuhan restukanlah

Ya Rabbi...
Restukanlah...
Illahi...
Ampunkanlah...

Sabtu, 21 Ogos 2010

Kisah Ku Berhari Raya …20 HARI LAGI…

Ramli Sarip

Musim raya 'kan telah tiba seperti biasa
Ku sudah bersedia
Untuk meninggalkan kesibukan dan perlumbaan
Kota kosmopolitan
Menuju kampung halaman yang ku tinggalkan
Beradu nasib bekerja keras di rantauan

Aku terangan aku rindukan
Gelak ketawa gurau bersembang
Berkumpul kerap bersepakat diajukan
Gotong royong itu semangat kekampungan

Sepanjang langkah ku ke rumah aku berjumpa
Wajah-wajah biasa
Mata ku cari dan berharap mungkin tersua
Buah hari kasih lama
Yang pasti ku kan kerumahnya tiba raya
Sambil bermaafan kita meneruskan cinta

Hari mulia sungguh bermakna
Suasana riang menyerikannya
Coretan hati kisah ku berhari raya
Dan tak mudah bagi ku melupakannya

Coretan hati kisah ku berhari raya
Dan tak mudah bagi ku lupakannya
Coretan hati kisah ku berhari raya
Dan tak mudah bagi ku lupakannya

Jumaat, 20 Ogos 2010

Rindu Di Aidil Fitri..21 HARI LAGI..


Raihan

Rindu yang mencengkam di hati
Menambah pilu di sanubari ini
Kenangan lama menerjah kembali
Bahagia terasa ketika kau berada di sisi
Oh... ibu... ayah...
Kini ku hanya tinggal sendirian

Baru kini ku sedari, segala milik Ilahi
Tiada yang kekal abadi
Hanya doa dariku
Moga rohmu dirahmati...

( korus )
Hari raya pastikan tiba
Walau kau tiada
Kan ku harungi jua hidup ini
Berbekalkan ketabahan...

Hari raya tanpa ayah, tanpa bonda
Tanpa keluarga
Tapi ku masih bersyukur pada Ilahi

Ku serah pada Yang Esa
Moga kehilangan ini
Dapat kupasrahkan hati pada Mu
Oh... Tuhanku, agar ku menjadi redha

kah..kah..kah

Khamis, 19 Ogos 2010

Suara Takbir …22 HARI LAGI…



P. Ramlee

Dengar beduk berbunyi
Sayup bergema di subuh sunyi
Memanggil kepada muslimin
Segera berbakti kepada Illahi

Suara azan menyahut
Terdengar sayup memecah sunyi
Memohon restu dengan bakti
Kepada Illahi Tuhan Maha Suci

Terdengar suara takbir
Memuji nama Illahi
Rasa dalam kalbu
Tenteram dan aman selalu

Kini tiba masanya
Hati gembira di Hari Raya
Bertemu sanak dan saudara
Bermaaf-maafan dengan keikhlasan

Rabu, 18 Ogos 2010

Gembira Bersama Di Hari Raya …23 HARI LAGI…


Othman Hamzah

Hari ini sungguhlah indah
Langit cerah nampak bahagia
Hari ini aku merasa
Sungguh riang kerna hari raya

Akan ku sambut dengan riang dan gembira
Wahai kawan mari bersama suka-ria
Pada yang tua maaf di pinta
Pada kawan begitu juga

Kesalahan masa nan lalu
Lupakan saja tempuh yang baru
Pada yang jauh tak (usah) ku lupa
Agar mereka gembira bersama

kah..kah..kah..

Selasa, 17 Ogos 2010

Satu Hari Di Hari Raya...24 HARI LAGI....


M. Nasir

Satu hari di Hari Raya
Ku lihat cahaya bersinar indah
Langit cemerlang tak terkira
Tanda kuasa yang Maha Esa
Memberi nikmat pada manusia

Satu hari di Hari Raya
Ku dengar irama yang sungguh indah
Ku coba mendekati padanya
Kira irama itu adalah
Suara pujian pada yang Esa

Satu hari di Hari Raya
Aku menangis tanda gembira
Aku menangis tanda ku cinta kepadaNya

Satu hari di Hari Raya
Ku lihat wajah suci ibuku
Ku lihat wajah kasih ayahku
Ku gembira
Mungkin inilah dia kebahagiaan


KAH..KAH..KAH

Khamis, 12 Ogos 2010

Adab Berbuka Puasa - Menurut Sunah Rasulullah S.A.W.

ADAB-adab berhubung ibadat mestilah merujuk kepada ajaran yang ditunjuk oleh Allah s.w.t. dan Rasulullah s.a.w., iaitu al-Quran dan sunah. Ada sebahagian pihak yang cenderung mencipta adab-adab ibadah tanpa merujuk kepada dua sumber agung itu, misalnya dakwaan yang menyatakan makruh mandi terlalu kerap, atau mandi pada hampir waktu berbuka kerana ia boleh mengurangkan keletihan dan sekali gus menghilangkan kelebihan puasa.

Sedangkan di dalam hadis sahih yang diriwayatkan oleh Imam Malik di dalam al-Mawata’, Ahmad dan Abu Daud di dalam sunannya, Abu Bakar bin Abd al-Rahman meriwayatkan:

“Telah berkata sahabat yang menceritakan kepadaku: “Aku melihat Rasulullah s.a.w. di al-`Arj (nama tempat) mencurahkan air ke atas kepala Baginda ketika Baginda berpuasa disebabkan dahaga atau panas.”

Dengan itu Ibn Qudamah al-Maqdisi (meninggal 620H) menyatakan:

“Tidak mengapa seseorang mencurahkan air ke atas kepalanya (ketika puasa) disebabkan panas atau dahaga kerana diriwayatkan oleh sebahagian sahabat bahawa mereka melihat Rasulullah s.a.w. di al-`Arj (nama tempat) mencurahkan air ke atas kepala Baginda ketika Baginda berpuasa disebabkan dahaga atau panas.”

(Ibn Qudamah al-Maqdisi, al-Mughni, 2/18, cetakan Dar al-Fikr, Beirut).

Yang penting di dalam bulan Ramadan ini adalah adab-adab yang kita kaitkan dengan ibadah puasa mestilah mempunyai asas yang boleh dipegang, iaitu al-Quran atau sunah. Antara adab-adab berbuka puasa yang dinyatakan di dalam hadis:

  1. Menyegerakan berbuka apabila masuknya waktu atau disebut ta’jil al-Iftar. Ini berdasarkan hadis-hadis yang menyebut perkara ini, antaranya: Daripada Sahl bin Sa`ad bahawa Rasulullah s.a.w. bersabda:

    “Manusia sentiasa dalam kebaikan selagi mereka menyegerakan berbuka puasa.”

    (Riwayat Bukhari dan Muslim).

  2. Hadis ini menerangkan punca kebaikan di dalam agama ialah mengikut sunah Nabi s.a.w., iaitu Baginda menyegerakan berbuka puasa. Ini menolak dakwaan ajaran-ajaran karut yang kononnya melewatkan berbuka menambah pahala. Kata at-Tibi (meninggal 743H):

    “Barangkali sebab Allah menyukai mereka yang bersegera membuka puasa, ialah kerana apabila seseorang berbuka puasa sebelum solat, membolehkannya menunaikan solat dengan dihadirkan hati. Juga ia menyanggahi ahli bidaah yang berpendapat wajib melewatkannya.”

    (at-Tibi, Syarh Miskhat al-Masabih, 4/183, cetakan Dar al-Kutub al-`Ilmiyyah, Berut).

  3. Berbuka puasa dengan rutab, atau tamar atau air. Rutab ialah buah kurma yang telah masak sebelum menjadi tamar kering, ia lembut dan manis. Adapun tamar ialah buah kurma yang sudah kering. (lihat: al-Mu’jam al-Wasit 1/88). Sekarang di negara kita rutab sudah mula dikenali. Ia kurma yang masak dan masih lagi belum kering dan mengecut. Apabila ia mengecut dipanggil tamar. Di dalam hadis daripada Anas katanya:

    “Bahawa Rasulullah s.a.w. berbuka puasa dengan beberapa biji rutab sebelum bersolat. Sekiranya tiada rutab, maka dengan beberapa biji tamar, dan sekiranya tiada tamar, maka Baginda minum beberapa teguk air.”

    (Riwayat Imam Ahamd dan Tirmizi, katanya hadis ini hasan) Al-Diya al-Maqdisi (meninggal 643H) telah mensahihkan hadis ini. (lihat: al-Ahadith al-Mukhtarah, 4/411 cetakan: Maktabah al-Nahdah al-Hadithah, Mekah).

      Inilah tertib yang dilakukan oleh Baginda, pilihan pertama ialah rutab, jika tiada tamar dan jika tiada air. Kata al-Mubarakfuri (meninggal 1353H):

      “Hadis ini menjadi dalil disunatkan berbuka puasa dengan rutab, sekiranya tiada, maka dengan tamar, dan sekiranya tiada, maka dengan air. Adapun pendapat yang menyatakan di Mekah disunatkan didahulukan air zam-zam sebelum tamar, atau mencampurkan tamar dengan air zam-zam adalah ditolak. Ini kerana ia menyanggahi sunah. Adapun Nabi telah berpuasa (di Mekah) banyak hari pada tahun pembukaan kota Mekah, namun tidak pernah diriwayatkan baginda menyalahi adat kebiasaannya mendahulukan tamar sebelum air.”

      (al-Mubarakfuri, Tuhfah al-Ahwazi, 3/311, cetakan Dar al-Kutub al-`Ilmiyyah, Beirut). Di samping itu, dakwaan jika tiada tamar, maka dengan buah-buahan yang lain juga tiada sebarang dalil daripada sunah Nabi s.a.w.

    1. Menyegerakan solat Maghrib selepas berbuka dengan tamar atau air, sekiranya makanan belum dihidangkan. Hadis yang kita nyatakan di atas menunjukkan Baginda Nabi s.a.w. berbuka dengan rutab atau tamar atau air sebelum bersolat Maghrib. Maka kita disunatkan juga mengikuti langkah tersebut, iaitu selepas berbuka dengan perkara-perkara tadi, lantas terus menunaikan solat. Ini sekiranya makanan belum dihidangkan. Adapun sekiranya makanan telah dihidangkan di depan mata, maka dimakruhkan meninggalkan makanan untuk menunaikan solat. Ini berdasarkan apa yang dinyatakan dalam hadis-hadis baginda Nabi s.a.w. antaranya: Daripada Anas bin Malik r.a.: Bahawa Rasulullah s.a.w. bersabda:

      “Apabila telah dihidangkan makan malam, maka mulakanlah ia sebelum kamu menunaikan solat Maghrib, dan jangan kamu tergopoh-gapah ketika makan malam kamu.”

      (Riwayat Bukhari dan Muslim).

    2. Dalam hadis yang lain daripada Abdullah bin Umar, Baginda s.a.w. bersabda:

      “Apabila dihidangkan makan malam seseorang kamu, sedangkan solat (jamaah) telah didirikan, maka mulailah dengan makan malam. Janganlah dia tergopoh-gapah sehinggalah dia selesa.”

      (Riwayat Bukhari dan Muslim).

      Riwayat di atas juga menambah:

      Bahawa Ibn Umar r.a. apabila dihidangkan untuknya makanan, manakala solat pula sedang didirikan, maka beliau tidak mendatangi solat melainkan hingga beliau selesai makan, sedangkan beliau mendengar bacaan imam. Ini kerana meninggalkan makanan dalam keadaan keinginan yang kuat untuk menjamahnya atau dalam perasaan lapar, boleh menghilangkan khusyuk di dalam solat, disebabkan ingatan terhadap makanan tersebut. Dengan itu para ulama menyatakan dimakruhkan solat setelah makanan terhidang di hadapan mata. Kata an-Nawawi (meninggal 676H): Di dalam hadis-hadis tersebut dimakruhkan solat apabila terhidangnya makanan yang hendak dimakan kerana ia boleh mengganggu hati dan menghilangkan kesempurnaan khusyuk.

      (An-Nawawi, Syarh Sahih Muslim, 4/208, cetakan: Dar al-Khair, Beirut).

      Sebenarnya bukan pada makan malam atau solat Maghrib sahaja kita disunatkan mendahulukan makanan yang dihidang sebelum solat, bahkan sunah ini meliputi semua solat dan waktu makan kerana dibimbangi menghilangkan khusyuk. Ini sekiranya makanan telah terhidang di depan mata. Al-Munawi (meninggal 1031H) pula menyebut:

      “Hadis tersebut menyatakan hendaklah didahulukan makan malam sebelum solat Maghrib. Namun ia juga dipraktikkan juga pada solat-solat yang lain. Ini kerana punca arahan ini ialah bimbang hilangnya khusyuk.”

      (al-Munawi, Faidh al-Qadir, 1/295, cetakan: al-Maktabah al-Tijariyyah al-Kubra, Mesir).

      Malangnya ada di kalangan yang kurang faham, lalu mereka menyatakan bahawa kalau azan sudah berkumandang, hidangan dan makanan hendaklah ditinggalkan demi mengutamakan solat jemaah. Inilah kedangkalan meneliti hadis-hadis Nabi s.a.w., lalu mengandaikan agama dengan emosi sendiri.

      Adapun sekiranya makanan belum terhidang atau perasaan keinginan terhadap makanan tiada, maka tidaklah dimakruhkan untuk terus solat. Ini bukanlah bererti kita disuruh mementingkan makanan melebihi solat, sebaliknya tujuan arahan Nabi s.a.w. ini ialah untuk memastikan kesempurnaan solat. Al-Imam Ibn Hajar al-`Asqalani (meninggal 852H) memetik ungkapan Ibn Jauzi (meninggal 597H):

      “Ada orang menyangka bahawa mendahulukan makanan sebelum solat adalah bab mendahulukan hak hamba ke atas hak Tuhan. Sebenarnya bukan demikian, tetapi ini adalah menjaga hak Allah agar makhluk masuk ke dalam ibadahnya dengan penuh tumpuan. Sesungguhnya makanan mereka (para sahabat) adalah sedikit dan tidak memutuskan mereka daripada mengikuti solat jemaah.”

      (Ibn Hajar al-`Asqalani, Fath al-Bari, 2/385, cetakan: dar al-Fikr, Beirut).

    3. Makan dengan kadar yang tidak berlebihan ketika berbuka. Ini bertepatan dengan firman Allah s.w.t. maksudnya:

      Dan makan dan minumlah kamu, dan jangan berlebih-lebihan. Sesungguhnya Dia tidak suka orang yang berlebih-lebihan.

      (Surah al-`Araf:31).

        Di dalam hadis Baginda s.a.w. menyebut:

        “Anak Adam itu tidak memenuhi suatu bekas yang lebih buruk daripada perutnya. Cukuplah bagi anak Adam itu beberapa suap yang dapat meluruskan tulang belakangnya (memberikan kekuatan kepadanya). Sekiranya tidak dapat, maka satu pertiga untuk makanan, satu pertiga untuk minuman dan satu pertiga untuk pernafasan.”

        (Riwayat Tirmizi, katanya: hadis ini hasan sahih. Al-Hafiz Ibn Hajar al-`Asqalani dalam Fath al-Bari menyatakan hadis ini hasan).

        Hadis ini salah difahami oleh sesetengah pihak, lalu mereka menyangka Nabi s.a.w. menyuruh umatnya jika makan, hendaklah satu pertiga untuk makanan, satu pertiga untuk minuman dan satu pertiga untuk pernafasan. Sebenarnya jika kita teliti hadis ini bukan demikian, pembahagian tersebut ialah had maksimum. Kalau boleh kurang daripada itu. Sebab itu Baginda menyebut jika tidak dapat, maka tidak melebihi pembahagian tadi. Namun yang lebih utama digalakkan sekadar yang dapat memberi tenaga.

      1. Berdoa ketika berbuka. Ini berdasarkan hadis Nabi s.a.w.:

        “Sesungguhnya bagi orang berpuasa itu, doa yang tidak ditolak ketika dia berbuka.”

        (Riwayat Ibn Majah, sanadnya pada nilaian hasan dan ke atas. Ishaq bin ‘Abd Allah al-Madani dithiqahkan oleh Abu Zur’ah dan disebut saduq oleh al-Zahabi dalam al-Kasyif ).

      2. Maka kita boleh berdoa dengan apa sahaja doa yang kita hajati. Doa orang berpuasa makbul disebabkan jiwa yang telah dibersihkan daripada kotoran dosa dan syahwat. Justeru itu al-Munawi menyebut:

        ”Hadis di atas hanya untuk sesiapa yang telah menunaikan tanggungjawab puasa dengan menjaga lidah, hati dan anggota.”

        (Faidh al-Qadir, 2/500).

        Di sana ada doa yang ditunjukkan oleh Nabi s.a.w. ketika berbuka dan disunatkan kita membacanya:

        “Adalah Rasulullah s.a.w. apabila berbuka, Baginda bersabda: Telah hilanglah dahaga, telah basahlah peluh (hilang kekeringan) dan telah tetaplah pahala, insya-Allah.”

        (Riwayat Abu Daud, sanadnya hasan)

        Namun setiap orang yang menunaikan puasa dengan sepenuhnya, hendaklah merebut peluang doa yang makbul ketika dia berbuka.

      3. Berdoa kepada sesiapa yang menjamu kita berbuka, kata Anas r.a.:

        “Baginda s.a.w. pernah datang kepada (rumah) Saad bin Ubadah. Dia menghidangkan roti dan minyak. Baginda pun makan dan bersabda: Telah berbuka puasa di sisi kamu mereka yang berpuasa, telah makan makanan kamu mereka yang baik dan telah berselawat ke atas kamu para malaikat.”

        (Riwayat Abu Daud, Diya al-Maqdisi dalam Al-Ahadith al-Mukhtarah menyatakan ia sahih 5/158). Maka berdoalah kepada mereka yang menjamu kita berbuka puasa. Ini adab yang sangat baik.

      Demikian senarai adab-adab yang terkandung di dalam sunah Nabi s.a.w. ketika berpuasa. Semoga pengamalan adab-adab ini menambahkan lagi pahala puasa kita.

      28 hari lagi...kah..kah..kah

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...